Pemprov Harusnya Berikan Bonus Juara MTQ Nasional Secara Proporsional
TENGGARONG, Kabag Kesra
Pemkab Kukar HM. Arsyad yang juga dikenal sebagai Ketua II LPTQ (Lembaga
Pengembangan Tilawatil Qur'an) Kutai Kartanegara menegaskan harusnya bonus
Juara MTQ Tingkat Nasional dari Kabupaten dan Kota dari Provinsi Kalimantan
lebih proporsional. Karena kafilah yang menjadi juara itu, memperjuangkan nama
Provinsi Kaltimantan Timur. Sama halnya dengan bonus yang diterima oleh atlet
olah raga yang berhasil meraih medali emas saat Pekan Olah Raga Nasional (PON).
"Karena saya
pelaku olah raga, paham betul atas bonus bagi atlit Kaltim yang meraih medali
emas di level PON. Ada bonus satu medali emas Rp. 250 juta bahkan satu rumah.
Lantas bagaimana dengan Juara MTQ tingkat nasional. Mereka merupakan kilafah
yang menguasai Hafiz Al-Qur'an dan juga membawa nama Provinsi Kaltim. Jadi
bonusnya harusnya berimbang dan proporsional," kata HM Arsyad kepada
Poskota Kaltim News, Rabu (01/08/2018).
Bahkan ia menyayangkan
anggaran yang diperuntukkan bagi pengembangan kontingen MTQ Kalimantan Timur.
Yang mana dinilainya masih kurang. Pasalnya, perlu diketahui kilafah yang
dikirim untuk membela kontingen Provinsi Kalimantan Timur jumlahnya tidak
sedikit.
"Saat MTQ tingkat
Nasional yang nantinya digelar di Provinsi NTB, banyak nomor yang
dipertandingkan. Jadi reward bagi kilafah yang bertanding harus didukung. Bagaimana bisa didukung, kalau anggaran
pembinaannya per satu tahun anggaran di tingkat Provinsi hanya Rp. 4
miliar," tegas Arsyad.
Bukan hanya tingkat
Provinsi Kaltim, HM.Arsyad juga mengharapkan peran serta DPRD Kutai Kartanegara
untuk mendukung penganggaran bagi pembinaan kilafah MTQ tingkat Kabupaten Kutai
Kartanegara.
"Jika bicara
prestasi maka para kilafah MTQ Kukar membawa nama Kabupaten Kutai Kartanegara.
Karena itu DPRD Kukar perlu memperhatikan penganggaran pembinaan kilafah MTQ
Kukar," lanjutnya.don/poskotakaltimnews.com